Kamis, 12 September 2019

Semakin Berkembangnya Teknologi Semakin Membuat Manusia Malas dan mudah untuk membuat berita hoax.

berkembangnya teknologi tak mampu di bendung lagi, banyak alat-alat canggih yang mulai merambat pada kehidupan manusia. Banyak teknologi yang sebenarnya tak mampu di cerna oleh logika dan akal sehat manusia teknologi yang mulia menghiasi segala kelap kelip dunia dan memberi cucian mata yang membuat angan-angan manusia untuk terus memiliki dan dapat menikmati hasil teknologi yang diciptakan oleh beberapa orang di belahan dunia ini.
Namun sayang berkembangnya teknologi semakin membuat generasi penerus bangsa malas untuk melakukan segala sesuatu yang mengharuskan dan membutuhkan kinerja otak dan otot manusia, manusia malas untuk melakukan segala aktivitasnya karena adanya teknologi yang canggih. Contohnya saja mahasiswa di seluruh belahan dunia, mahasiswa diberikan tugas oleh dosen yang seharusnya tugas tersebut dikerjakan dengan kemampuan dan kerja keras otak namun realita yang terjadi sekarang ini tugas yang diberikan oleh dosen dikerjakan oleh alat teknologi, semua kebutuhan dapat dicari disegala media sehingga semakin membuat manusia semakin malas.
Kecanggihan teknologi mengubah kebiasaan masyarakat modern di berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, budaya sampai pendidikan.
Hal ini wajar mengingat YouTube hadir pertama kali pada tahun 2005. Artinya, hampir semua generasi Z tumbuh dan berkembang di awal kemunculan YouTube
Diketahui bahwa YouTube memegang peranan yang cukup penting untuk kehidupan remaja. Data yang diperoleh dari firma analis Pew Research menyebutkan, sebanyak 85 persen remaja mengakses YouTube lebih sering ketimbang platform media sosial yang lain.

Rabu, 11 September 2019

Cara menurunkan berat badan

Martin   


diet_20180321_115641.jpg
                                                 Kebanyakan orangberniat menjadikan penurunan berat badan sebagai progress tahunan. Namun demikian itu bukan hal yang mudah dilakukan, seiring dengan tantangan dan tugas di lingkungan modern, di mana makanan enak dan berenergi saat ini dapat mudah didapat.Namun nyatanya, banyak juga orang yang makan berlebihan selama periode liburan, khususnya ketika diet, tetapi bisa mendapat setengah dari kalori yang dibutuhkan sepanjang hari. Dilansir dari sciencealert, Selasa (10/9), ada penelitiannya terbaru, di mana makan berlebih bisa tidak terdeteksi, bahkan ketika asupan energinya meningkat. Dalam studi tersebut makan berlebih dengan kalori sekitar 150 persen juga tidak akan mengubah selera makan peserta.
Pengujian yang dilakukan itu berdasarkan peringkat nafsu makan dan kadar hormon spesfik yang mengatur nafsu makan. Dalam temuan tersebut menunjukan bagaimana tubuh bisa gagal untuk menyesuaikan dengan kalori tambahan ini. Ini menunjukkan bahwa, sadar pada asupan kalori merupakan hal penting, karena periode singkat pada makan berlebihan secara tidak sengaja, bisa menyebabkan kenaikan berat badan atau mengganggu penurunan berat badan.
Demikian pula, makan berlebihan pada akhir pekan dapat dengan mudah menggagalkan diet ketat yang dipertahankan pada hari kerja. Namun faktanya, memahami mudahnya makan berlebihan, tidak berarti bahwa penurunan berat badan tidak dapat dicapai. Untuk mendukung hal tersebut, anda juga harus melakukannya diiringi dengan olah raga rutin.
Perubahan pola makan dan gaya hidup yang benar akan menghasilkan dan mempertahankan penurunan berat badan. Terkait hal tersebut, berolahraga faktanya dapat melengkapi perubahan pola makan dan membantu meminimalkan peningkatan lapar yang dialami akibat berdiet. Sebab, olahraga tidak menyebabkan peningkatan rasa lapar yang sama dengan diet, meskipun akan menciptakan defisit energi untuk penurunan berat badan.
Selama penelitian dan pelacakan dalam kurun waktu enam tahun ini, mengungkapkan bahwa orang-orang yang mempetahankan penurunan berat badannya, dikarenakan aktivitas fisik mereka meningkat 160 persen. Sedangkan mereka yang mendapati pengurangan berat badan, hanya meningkatkan aktivitas fisik sebesar 34 persen.Selain itu, untuk mendukung proses lanjutan diperlukan juga fleksibilitas, terlepas dari pilihan diet mana yang akan dipilih. Sebab, sebagian besar diet pastinya membutuhkan kompromi.
Jika anda menyadari tubuh yang tidak akan merespons pada peningkatan asupan kalori, berarti anda dapat menyesuaikan perilaku untuk menghindari atau mengimbangi makan berlebih. Misalnya dengan lebih memperhatikan pilihan makanan, atau meningkatkan tingkat olahraga untuk mengatasi kelebihannya.